PEMANDU MUSEUM KUALITAS DAN PERANANNYA

Pemandu wisata adalah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penerangan dan petunjuk tentang obyek wisata serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan. Pemandu berasal dari kata pandu yang berarti arah atau tujuan yan ditetapkan. Untuk itu, pemandu museum bertugas dan bertanggung jawab mengarahkan atau menerangkan kepada pengunjung secara ekspresif sehingga terbentuk suasana yang mendukung bagi pengunjung untuk mengetahui bahwa masa kini tumbuh dan berkembang dari masa lampau. Berdasarkan ruang lingkup kegiatannya, pemandu wisata (pramuwisata, guide, edukator, pemandu wisata) dapat digolongkan sebagai berikut :

  1. Transfer Guide

Transfer Guide adalah pemandu wisata yang kegiatannya menjemput wisatawan di bandara, pelabuhan laut, stasiun atau terminal menuju ke hotel atau sebaliknya atau mengantar wisatawan dari satu hotel ke hotel lainnya.

  1. Walking Guide/Tour Guide

Walking Guide adalah pemandu wisata yang kegiatannya memandu wisatawan dalam suatu tur.

  1. Local/Expert Guide

Local Guide adalah pemandu wisata yang kegiatannya khusus memandu wisatawan pada suatu obyek atau atraksi wisata tertentu, misalnya: Museum, wisata agro, river rafting, goa, gedung bersejarah dan lain-lain.

  1. Common Guide

Common Guide adalah pemandu wisata yang dapat melakukan kegiatan baik transfer atau tur.

  1. Driver Guide

Driver Guide adalah pengemudi yang sekaligus berperan sebagai pemandu.

Pemandu museum sebagai garda terdepan yang langsung berhadapan dengan pengunjung harus dapat menciptakan kesan positif yang mendalam serta citra museum sejatinya yaitu sebagai media edutainment. Pemandu museum adalah ujung tombak pelayanan museum yang cukup penting dan memnentukan bagi kepuasan pengunjung atau wisatawan. Oleh karena itu, museum harus didukung dengan keberadaan pemandu museum yang berpenampilan menarik, cerdas, santun, dan dapat menciptakan suasana nyaman bagi pengunjung. Seorang pemandu museum perlu dibekali dengan berbagai ilmu, antara lain yang berkaitan dengan penampilan (performance), kepribadian, komunikasi didepan audience, kepemimpinan, materi pemanduan, dasar-dasar psikologi dan pendidikan. Dengan adanya pemandu museum yang kompeten, citra museum dimasyarakat diharapkan dapat menjadi lebih baik, serta informasi dan pesan akan nilai-nilai kearifan budaya dapat tersampaikan ke masyarakat.

Kualitas diri pemandu wisata adalah kemampuan diri sebagai orang yang memberikan pelayanan pemanduan wisata dan kemampuan diri dalam berperilaku sebagai pihak mewakili negara atau daerahnya terhadap wisatawan yang dipandu. Tolak ukur kualitas pemandu museum terdiri dari empat hal, yaitu :

  1. Kualitas Moral

Kualitas diri pemandu wisata yang berhubungan dengan baik buruknya perbuatan atau kelakuan.

Kualitas moral bagi pemandu wisata meliputi :

  • Tulus, sopan, santun, jujur, setia kepada tugas
  • Selalu berpedoman pada sikap tata krama serta kode etik pemandu wisata
  • Selalu berpikiran sehat
  1. Kualitas Intelektual

Kualitas diri pemandu wisata yang berhubungan dengan daya pikir, akal budi dan kepandaian.

Kualitas intelektual bagi pemandu wisata meliputi :

  • Kesiagaan mental
  • Tangga akan informasi
  • Senang belajar
  • Berpengalaman umum yang luas
  1. Kualitas Profesional

Kualitas diri pemandu wisata yang berhubungan dengan pekerjaan, berwawasan luas, bertindak sungguh-sungguh dan berdedikasi tinggi.

Kualitas profesional bagi pemandu wisata meliputi :

  • Kecakapan berkomunikasi dan kecakapan memberikan apa yang dibutuhkan wisatawan
  • Tanggap rasa yang tinggi
  • Bertindak apresiatif
  • Fasih akan bahasa atau bahasa asing yang digunakan
  1. Kualitas Penampilan Diri dan Karakter

Pemandu wisata harus memiliki penampilan diri dan karakter diri yang baik.

Kualitas intelektual bagi pemandu wisata meliputi :

  1. Penampilan diri
  • Berbadan sehat
  • Berpakaian bersih dan rapi
  • Pakaian yang dikenakan sesuai dengan tur dan wisatawan yang dipandu
  1. Karakter
  • Periang
  • Dapat menciptakan suasana gembira dan cerah
  • Antusias terhadap subyek
  • Berkepribadian ramah dan selalu dapat gembira
  • Sopan dan hormat
  • Mempunyai sense of humor tinggi dan bermutu

Dengan demikian, untuk mewujudkan pemandu museum yang berkualitas harus mempunyai moral yang baik, kemampuan bersikap profesional dan berpenampilan menarik.

Selanjutnya, pemandu museum mempunyai beberapa peranan, yaitu : komunikator, edukator, motivator, promotor dan inovator. Penjelasan peranan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Komunikator

Pemandu museum bertugas menyediakan dan menyampaikan informasi, menyaring, mengevaluasi serta mengolah informasi ke dalam bentuk yang cocok dengan pengunjung. Secara langsung, pemandu museum akan mempengaruhi pendapat, pandangan dan sikap pengunjung terhadap museumnya.

  1. Edukator

Pemandu museum berkewajiban membantu pengunjung dalam peningkatan pengetahuan dan menambah wawasan. Museum juga dapat menjadi media pendidikan luar sekolah dengan pendampingan oleh pemandu museum.

  1. Motivator

Pemandu museum bertugas pada pengembangan kepribadian pengunjung itu sendiri sehingga pengunjung terlecut untuk bersemangat dalam berkehidupannya.

  1. Promotor

Dalam mengembangkan tugas bimbingannya kepada pengunjungnya, pemandu museum merupakan agen promosi yang menggambarkan pencitraan bagi museumnya.

  1. Inovator

Pemandu museum selalu mencari terobosan baru dalam mengemas informasi dan metode penyampaiannya agar pengunjung dapat memperoleh pengetahuan masa lalu atau kekinian yang akan digunakan untuk pijakan masa depan.

Pemandu museum merupakan jantung keberadaan museum yang selalu memompa atau menghidupkan suasana sehingga pengunjung akan memperoleh pengalaman dan informasi yang menarik dan mengesankan. Untuk itu dapat dikatakan, pemandu museum mempunyai tugas yang berat karena juga harus menjadi garda depan museum serta selalu mengikuti dinamisasi perkembangan kehidupan.

Dalam kegiatan pemanduan, seorang pemandu harus selalu memperhatikan bahwa :”Visitors don’t care how much you know as much as. They want to know how much you care. The tour is for visitors. It is not a means of showing of your knowledge”.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Permuseuman. 1994. Petunjuk Menjadi Pembimbing Atau Pemandu di Museum. Jakarta : Proyek Pembinaan Museum.

Baskoro, Sinung. 2010. Strategi Memandu. Makalah disampaikan dalam Workshop Pemandu Museum. Bogor, 29 September 2010.

Ridho, Rosyid.  2013. Pemandu Museum Kualitas dan Peranannya. Majalah Buletin. Edisi November 2013. Hal 9-13.

Schouten, FFJ. 1992. Diterjemahkan : Moh. Amir Sutarga, Pengantar Didaktik Museum. Jakarta : Direktorat jenderal Kebudayaan.

Suyitno. 2005. Pemanduan Wisata, Yogyakarta, Penerbit Graha Ilmu

Tjahjopurnomo. 1991. Arti Penting Sebuah Pameran. Dalam Majalah Ilmu Permuseuman Museografia, Jilid XXI, No.2, Hlm : 33-38.

Wigatna, Dani. 2010. Pemandu Di Museum. Makalah disampaikan dalam Workshop Pemandu Museum, Bogor, 28 September 2010.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar